Rabu, 18 April 2012

Mourning Melodies




Di tengah kesunyian ini, aku mendentingkan nadaku
Berharap ia terbang, mencari jalannya sendiri menyusuri lorong

Aku menunggu, hingga larut malam
Aku menunggu, di sudut sepi kota ini
Lihat aku di sini,
Jumpai aku segera!

Aku menantikan ia kembali,
Akankah nadaku menjemput melodi?
Akankah nyanyian surgawi dapat kudengar?

Jumpai aku, malaikatku!
Jumpai aku, berikan aku sepasang sayap,
Biarkan aku membentangkannya,
Biarkan aku terbang, setinggi-tingginya!

Jumpai aku, malaikatku!
Bawa aku menyusuri bukit, turuni lembah,
Menari bersamaku, gerakkan kakimu bersamaku
Bunyikan kecapi, tabuh gendangmu!

Namun aku masih di sini,
Menantimu, hingga larut malam
Menantimu,yang tak kunjung datang

Di manakah nada yang kubunyikan itu?
Sudahkah ia menemukan jalannya sendiri menyusuri lorong?
Sudahkah ia menjemput melodi?
Sudahkah ia membawa simfoni surgawi?

Hampiri aku, malaikatku,
Nada-nada ratapan memenuhi ruang hati
Irama dukacita hendak mengalir dari dalam diri

Namun mulut ini terkatup,
Sekuat tenaga tak kubiarkan irama kematian itu terdengar
Terlalu menyakitkan untuk didengar
Terlalu menyayat hati bila dinikmati

Akhirnya aku terdiam,
Membiarkan kesunyian memenuhi sudut sepi ini..



...



Hingga sayup-sayup terdengar,
Nyanyian para malaikat memecah keheningan
Irama surgawi mengalun lembut
Mengganti tangis ratapku menjadi sorak sukacita!
===============================================
-Christnadi, April 2012

Tidak ada komentar: