Senin, 03 September 2012

Siapakah yang Tuhan?

Aku, manusia.
Aku berada di sini.
Terhimpit.. tenggelam.. terdiam tak berdaya,
Terhisap makin masuk dalam lumpur hina dosa..

Lumpur ini mengikat, menjerat,
Seakan tak melepaskan diriku darinya.
Dosa ini menyesakkan,
Meremukkan sendi-sendi dalam diriku,
Dan membiarkanku terkulai lemah
Membiarkanku seperti bangkai hewan dalam kubangan kebinasaan.

Tanganku kujulurkan naik,
Segenap tenaga kukerahkan,
Ingin kugenggam sedikit udara surga,
Ingin kugapai keselamatan itu dan menariknya ke bawah,
Ingin kudapatkan pembebasan itu, ingin kujumpai yang kusebut dengan kehidupan.

...

Aku, manusia.
Aku berada di sini.
Ingin melihat dan memahami apa yang Kau pikirkan.
Ingin mengetahui dan mengerti apa yang Kau rasakan.

Kau, Allahku.
Kau berada di sana,
Di Maha Langit di atas sana.

Aku takut saat memikirkan apa yang Kau rasakan.
Aku takut mengetahui apa yang Kau pikirkan tentang diriku.
Aku takut membayangkan murka-Mu,

Ketika Engkau melihat aku dengan segala kenistaanku,
Karena Engkau kudus, bahkan lebih dari kudus,
Dan aku pendosa, akulah yang pantas disebut hina itu.

Inilah aku, manusia.
Dengan gemetar aku bersujud di kaki salib-Mu.
Tersungkur penuh penyesalan di hadapan tubuh yang tak bernyawa,
Di hadapan tubuh yang remuk penuh luka, yang terus mengalirkan darah segar.

Ketika Engkau memutuskan untuk menyelamatkanku,
Aku bertanya dalam diri,
"Siapakah yang Tuhan?"

...

"Siapakah yang Tuhan?"
Ketika Engkau memanusiakan diri-Mu, jauh lebih rendah dan hina lebih dari aku.

"Siapakah yang Tuhan?"
Ketika Engkau menunjukkan kesetiaan-Mu kepadaku, jauh lebih setia dibandingkan kesetiaanku pada-Mu.

"Siapakah yang Tuhan?"
Ketika Engkau mempersembahkan hidup-Mu seluruhnya, seutuhnya, sementara aku mempersembahkan hidupku seadanya, secukupnya.

"Siapakah yang Tuhan?"
Ketika Engkau menjadi 'martir' pertama dan satu-satunya bagiku, membela diriku habis-habisan hingga kematian menjemput! Sementara aku...
Aku...

...

Aku gemetar di hadapan-Mu,
Aku tidak ada nilainya lagi dibandingkan kasih-Mu.
Engkaulah yang Tuhan,
Akulah yang pendosa.

Biarkan aku tenggelam dalam lumpur nista ini,
Biarkan aku terkulai tak berdaya dalam dosa yang menyesakkan ini.
Akulah pendosa hina,
Engkaulah Tuhan mulia.

...

Namun kulihat,
Tangan-Mu terus terulur.
Aku tersentak, percikan harapan kembali menyala dalam diri.
Ku angkat tanganku yang lemah ini,
Berusaha menggapai Kasih Sejati,
Berusaha mendapatkan Keselamatan Abadi.

Kasih itu tiba.
Kasih itu menjadi nyata kurasakan dalam genggamanku,
Menyeruak masuk dalam hatiku.
Mengangkatku perlahan keluar dari pusaran maut,
Membasuh diri yang kotor ini, membalut setiap luka yang ada.

...

Engkau,Tuhan
Aku, Manusia
Aku berada di sini, di hadirat-Mu.
Ijinkan aku tetap di sini, menikmati kehadiran-Mu, dan menjadikan-Mu Tuhan atas hidupku.

Engkau, Pemilikku
Aku, milik-Mu
Terimalah hidupku.
===========================================================
Christnadi, 2012 - hasil doa imajinatif dalam mata kuliah Spiritualitas Kristiani.

2 komentar:

Feronica Christiani mengatakan...

you wrote this, Adi? :o wow..

Christnadi Putra Hendartha mengatakan...

Iyaa.. hehe abis perenungan gitu trus tiba2 merefleksikan ini :) gimana Fer? :) hehehe