Minggu, 17 Maret 2013

"Hhh.."



Untuk setiap masalah yang menghempas,
Aku berkata... “Hhh..”

Untuk setiap gaung dalam ruang hati yang senyap,
Aku berkata... “Hhh..”

Untuk setiap cinta yang datang dan pergi,
Aku berkata... “Hhh..”

Untuk setiap harapan yang terarah ke ujung impian,
Aku berkata... “Hhh..”

Untuk setiap kaki yang terkulai lemah,
tangan kiri yang menggenggam tangan kanan,
semangat dari mulut untuk telinga,
Aku berkata... “Hhh..”

Untuk aku, dalam kerapuhanku,
Juga untuk aku, dalam ketidakberdayaanku,
Aku berkata... “Hhh..”

Dan...
Untuk setiap perbuatan dalam bayang gelapku,
Untuk setiap kesalahan dan pelanggaran,
Untuk setiap hati yang menggelap,
jiwa yang meredup,
air mata yang tertumpah,
akibat aku dan diriku sendiri,
Aku berkata... “Hhh..”

“Hhh......”

“Hhh............ hanya Engkau....”
Tidak ada yang lain,
Hanya Engkau tempatku meletakkan setiap hembusan nafas panjang ini,
Sambil berkata... “Hhh... Terima kasih Tuhan, aku lega sekarang!”


“Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.” (Mazmur 73:21-24)

=============================================================
-Christnadi P. Hendartha, pada salah satu malam yang sulit di bulan Maret 2013.

Tidak ada komentar: