Senin, 30 Desember 2013

"Ya, Aku datang segera!"

Dikutip dari Majalah Shining Star Komisi Remaja GKI Gunung Sahari edisi Januari 2014



            Dear diary,
            Malam ini terasa sunyi sekali, tidak terdengar suara kendaraan melintas, atau suara orang bercakap-cakap, hanya terdengar suara hujan rintik yang terus membasahi bumi. Kesunyian ini membuatku terbuai dalam lamunanku, aku membayangkan bagaimana kalau dalam kesepian ini tiba-tiba Tuhan Yesus datang kembali. Ah, aku jadi teringat temanku yang sangat ketakutan bila membahas tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

            Katanya, hari itu akan menjadi hari yang sangat menakutkan. Ya, aku bisa membayangkan apa yang dipikirkannya, bagaimana pada hari itu siang dan malam menjadi sulit dibedakan, di sana sini orang berkumpul, gedung-gedung runtuh, asap membubung ke langit, di sana sini terdengar suara sirene dan jerit teriak orang-orang. Betapa mencekamnya hari itu!

            Seperti itu yang orang-orang ceritakan tentang hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, dan betapa cerita itu membuat banyak orang menjadi ketakutan. Sangat berbeda ketika para Rasul memberitakan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua dengan begitu antusias. Mereka menyampaikannya dengan sukacita! Bagaimana tidak, Tuhan Yesus yang sangat mereka idamkan, inginkan, dan harapkan, tidak pergi begitu saja meninggalkan mereka melainkan Ia berjanji akan datang kembali! Para Rasul pun terus memberitakan kabar sukacita ini, sambil terus menanti. Tidak ada kengerian, tidak ada rasa takut, mereka sungguh-sungguh berharap hari itu tiba, dan mereka terus menantikannya.
           
            “...”

            Aku tahu apa rasanya menanti, menunggu kedatangan seseorang. Aku menjalin hubungan khusus dengan seseorang, yang pernah ada bersama-sama denganku dalam satu ruang, dalam satu waktu. Namun, dia yang pernah ada ini harus pergi meninggalkan aku, terpisah dalam jarak, bahkan dalam ukuran waktu yang berbeda denganku. Sebenarnya, sulit bagiku untuk menjalin hubungan khusus dalam keterpisahan ini, namun terus aku jalani. Kini, tahukah kau apa yang paling aku nantikan? Kepulangannya, kedatangannya kembali! Aku sangat menunggu datangnya hari itu. Hari di mana dirinya akan bertemu, muka dengan muka, tanpa perantara, tanpa jarak yang memisahkan.

            Apakah aku takut menunggu ia pulang kembali? Apakah hari itu akan menjadi hari yang menyeramkan? Tentu tidak! Aku dapat membayangkan betapa bergirangnya aku di hari itu, dan aku akan menjadi orang yang paling berbahagia di hari itu. Jelas, karena seseorang yang telah lama aku nantikan kepulangannya, datang kembali menjumpaiku pada hari itu!

            “...”

            Dan kurasa, itu juga yang dirasakan oleh para Rasul. Tidak ada yang lebih membahagiakan ketika sang Guru tercinta, Yesus Kristus, yang menjadi Juruselamat, yang memberikan harapan dan semangat baru bagi mereka, akan datang kembali menjumpai mereka. Hari itu akan menjadi begitu indah dan mereka nantikan karena mereka akan menjumpai Yesus, muka dengan muka, dalam satu waktu yang sama, satu dunia yang sama, tanpa ada lagi jarak yang memisahkan.

            Lalu, aku berpikir, bagaimana denganku? Apakah kedatangan Yesus benar-benar aku nantikan? Apakah hari itu menjadi hari yang sangat indah bagiku, lebih indah dibandingkan ketika seseorang yang aku kasihi pulang kembali?

            Kini aku mengerti, dan bersama para Rasul dan banyak orang percaya sepanjang jaman, aku turut menantikan-Nya. Menantikan Yesus datang kedua kali dalam semangat yang membara. Entah berapa lama lagi Yesus akan datang, dan tak peduli apa yang akan terjadi pada hari itu, aku akan terus menanti. Sambil terus menebarkan kasih dan melakukan segala sesuatu yang menyenangkan hati-Nya, kubiarkan kata-kata-Nya bergema di hatiku: “Ya, Aku datang segera!”


“Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!” (Wahyu 22:20)

==========================================================
-Christnadi, 2013 untuk Rubrik Star Diary majalah Shining Star Komisi Remaja GKI Gunung Sahari, Januari 2014

Tidak ada komentar: