Kamis, 24 April 2014

Kidung Cinta



Aku melihatmu, berdebar jantungku
Setiap kali kaki indahmu berjejak di bukit hijau,
Aku melihatmu, berdebar jantungku
Di bawah siraman cahaya rembulan
Paras manismu memenjarakan hatiku
Tidak ada yg bisa disebut-sebut dalam hatiku, kecuali namamu!
Aku akan segera menghampirimu! Tunggu aku, jelitaku!

***

Ku tak bisa bertanya pada rembulan
Aku hanya terdiam dalam dingin
Tak bisa melupakannya

Luapan cinta tak henti berderu
Rasa sayang menggebu-gebu
Bibir membisu
Tak ada satu kata yang bisa terucap

Hati tertahan untuk berucap
Aku sayang kamu
Tidakah kmu mengerti?
Akankah bulan datang padaku,sang bintang?

***

Mengapa kau biarkan dirimu terpenjara dalam cinta?
Janganlah membeku, janganlah bibirmu kelu!

Lihatlah,
Rumput-rumput bergoyang lembut menggodamu,
Awan berarak di bawah langit bertabur bintang,
Semua hadir menemanimu, berusaha menghadirkan lengkung senyum pada wajahmu

Dan aku,
Dengan langkah bergegas aku menghampirimu
Membawakan cinta yang menggeliat dalam hati
Ingin segera kulepaskan cinta ke udara bebas
Membiarkan hangatnya menggapaimu, memelukmu!

***

Akankah dia sampai tepat pada waktunya?
Dingin resah dan takut mulai meluputi
angin berhembus membawa sang surya
Pergi hilang membawa hangat

Peluk rindu ingin ku gapai
Menghangatkan jiwa yang dingin
Membawa kembali sang surya

Cinta, akankah kau datang?
Cinta, akankah kau tetap?
Cinta, akankah kau bersemi?
Cinta, akankah kau semangat?

Bawalah api dalam jiwaku
Hangatkan aku dalam pelukanmu
Cinta sayang dapatkah kau tetap?

***

Tanyakan pada bentangan langit,
Akankah mentari terlambat menjumpai pagi?
Sesungguhnya ia akan bergegas,
Karena malam buatnya merindu
Begitu pula aku berderap dalam langkah cepat
Menghampiri engkau sang fajar dalam cakrawala hatiku

Janganlah redup cahayamu, janganlah padam!
Cinta tak pernah terlambat,
Cinta tak akan menghindar!
Cinta akan bertunas kembali,
Pucuknya akan terus tumbuh tegak!

Dan aku akan mendapatkanmu dalam genggamanku
Merengkuhmu dalam pelukanku
Membiarkan hangatnya cinta merasuk dalam diri
Meluruhkan kebekuan hati, mengusir kesepian jiwa

***

Perlukah ku tanya lagi?
Perlukah ku bertanya?
Cinta seperti apa yang kau dambakan?
Cinta seperti apa yang kau harapkan?

Akankah kau tetap memelukku?
Akankah kau tetap mengengamku?
Kemanapun dunia berputar?
Dalam suasana apapun?

Bisakah kau percaya?
Betapaku mencintaimu?
Walaupun ku tak bisa menunjukukannya?

Sang rembulan ingin menunjukan mukanya
Sang surya ingin menghangatkan
Awam berputar mengitari kita
Jiwaku tenang seperti air

***

Aku tak menginginkan cinta,
Jika di dalamnya tak ada dirimu
Aku tak mendambakan dekapan hangat,
Jika di dalamnya tak bersandar dirimu

Dan aku melambatkan langkahku
Membiarkan diri memandangmu dalam jarak
Kini kita berada dalam puncak bukit yang sama
Di bawah atap langit yang sama

Akankah aku tetap memelukmu?
Akankah aku menjagamu tetap dalam genggamanku?
Akankah aku percaya akan cintamu?
Akankah aku ada, saat ini, dan seterusnya
Di tempat ini, dan di manapun
Untukmu, bersamamu?

Jawabannya ada di sini,
Di malam bertabur bintang bercahaya teduh,
Dari hati yang merasa dan mulut terucap:

Aku mencintaimu.
=================================================
-Puisi kolaborasi Christnadi P. Hendartha dengan Inggriani P. Sendjaja, mencoba berkreasi membuat puisi cinta bersahut-sahutan, April 2014.

Tidak ada komentar: