Jumat, 09 Oktober 2015

Lemah


Lihat perempuan kecil yang duduk di taman
Ia terlihat sangat senang menatap bunga
Jika kamu ada di sana mungkin kamu dapat merasakannya juga
Indra perabanya menggapai bunga
Indra penglihatannya pun menatap kagum
Orang lain melihat aneh tingkahnya
Namun ia tidak malu dengan kekagumannya yang terpancar

Ia melihat orang di sekitarnya menatap dirinya aneh
Ia tidak mengerti akan sekelilingnya
Ia merasakan ada keanehan
Kesadarannya seperti jentikan jari yang keras
Ia baru sadar akan apa yang dilihat mata
Kakinya tidak mampu untuk menggapai semua bunga
Ia merasa lemah dan tidak berdaya

Ia tersadar oleh hal lain
Ada juga kelemahan yang ada pada mereka yang menatapnya
Kelemahan itu adalah ketidaksadaran
Ketidasadaran akan ciptaan Tuhan yang indah
Yang anak perempuan itu lihat banyak mata sibuk dengan gadgetnya
Itu yang menggambarkan bahwa dirinya tidak selemah mereka

Kapan terakhir mata mereka memandang ke langit?
Kapan terakhir mata mereka dipuaskan oleh bunga-bunga warna-warni?
Kapan terakhir mata mereka melihat kebaikan yang terpancar dari hati?
Sehingga perempuan kecil itu dipukul oleh salah satu dari mereka
Ketika ia berlari ke sana ke mari menyusuri taman

Lihat perempuan itu terduduk lemah
Dipukul oleh orang yang sebenarnya lebih lemah
Air matanya jatuh menetes menahan sakit
Ia tersadar oleh hal lain
Bahwa menjadi yang indah di tengah yang buruk juga ketidakindahan
Ia tidak boleh jadi bunga matahari di tengah ilalang
Dan ia menangis
Apakah dunia memang seperti itu

Anak perempuan itu memang kecil, lemah
Namun ia tidak pernah melepaskan bunga kecil yang ada dalam genggamannya
Entah kenapa dengan itu ia merasa kuat
Mungkin sebenarnya bukan dia yang menggenggam bunga
Tetapi Sang Khalik yang sedang menggenggam tangan kanannya

Anak itu kelak menjadi dewasa
Mungkin ia akan terus lemah
Tapi ia tidak rapuh
Bagai bambu ia menjadi lentur
Mungkin ia tidak bisa tetap tegak berdiri ketika diterpa angin
Tetapi ia tidak akan patah
Ia hanya melengkung sebentar dan ia kembali berdiri tegak!

==============================================
Puisi kolaborasi Christnadi P. Hendartha dengan Ria Carolina D. S. Tadu, 9 Oktober 2015
Dipersembahkan untuk siapapun yang merasa lemah, "dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." (Yes.30:15f)

Tidak ada komentar: