Sabtu, 10 Oktober 2015

pergilah


menghitung hari tanpa melangkah
terdiam dalam sebuah dimensi
mencoba berlayar tapi terdiam

angin menghempas daun berterbangan
menerima perginya hati menangis
sendiri menikmati dekapan kelabu

menatap jauh membayang dekat
mengapa diri merana pedih
melihat jejak langkah menjauh

ingin teriak memecah kesunyian
tapi mulut terkatup bergetar
air mata turun perlahan

tidak mungkin, tidak mungkin!
mimpi buruk bercampur realita
akankah ilusi ini berakhir?

dan aku menghitung mundur
empat, tiga, dua, satu
dan dia tak kembali

sudah cukup mata mencari
hati mengerang, bibir berbisik
telinga berharap mendengar suara

horizon sudah menelan bayangnya
seiring dengan masuknya mentari
dan gelap datang menemani

pada ujung batas harap
aku tersungkur dalam diam
berusaha menghapus sisa dirinya

selamat tinggal cahaya kemilau
sudah tiada percikan cintamu

biarkan aku hidup tanpamu

===========================================
Puisi kolaborasi Christnadi P. Hendartha dengan Fredely Louise C. Zebua, 10 Oktober 2015. Nemu temen baru yang hobi nulis puisi juga hehehe :) terus berpuisi Louise!

*pola puisi yang Louise pakai tipe 3 baris dan per baris berisi 4 kata, jadi kuteruskan seperti itu dalam puisi ini :)

Tidak ada komentar: